Kembali itu memulai atau meneruskan? Jika kembali adalah sebuah
permulaan, dan saya takut untuk menghadapinya, maka saya teringat ucapan
seorang sahabat. Katanya, permulaan itu bagaikan tongkat sihir yang tak
perlu disihir, cukup dengan kepercayaan bahwa ia memiliki keajaiban.
"Bagaimana dengan jiwa-jiwa huni tempatmu kali? Kamu bertanya. Tentang sikap. Tentang menjawab."
Percayakah saya? Karena saya memilih untuk menjadikannya sebuah permulaan.
"Bagaimana dengan jiwa-jiwa huni tempatmu kali? Kamu bertanya. Tentang sikap. Tentang menjawab."
Percayakah saya? Karena saya memilih untuk menjadikannya sebuah permulaan.
03.09.11





0 orang baik hati telah mampir.:
Post a Comment